Tips Riding Di saat Hujan [Wet Riding Tips]

Saat ini pasti banyak rider yang kesal karena hujan khan? hehehe, harus diakui riding di saat hujan itu gak menyenangkan karena harus basah-basahan, repot pakai jas ujan, ditambah lagi jalanan juga licin.

Kali ini gw mau nulis beberapa tips untuk riding di saat hujan, CMIIW deh kalau ada yang salah ya.

Kenali Situasi Jalan

Wet Road

Ini adalah hal yang paling penting untuk rider ketahui, lihat dan kenali karakteristik jalanan, dan lihat bagaimana struktur dari jalanan itu. Aspal itu licin ketika baru saja diterpa hujan, dan hati-hati apabila terdapat genangan air karena ban bisa kehilangan traksinya ketika melewati genangan tersebut. Jalanan beton secara overall lebih licin daripada aspal, itu karena struktur beton yang lebih tidak menyerap air, dan juga struktur jalanan yang tidak mulus.

Karakteristik dari aspal:

– Licin disaat jalanan baru saja basah karena perubahan temperatur dan genangan air yang belum diresap.
– Lebih aman ketika jalanan sudah basah lama, namun tetap hati-hati dengan genangan air.
– Aspal indonesia, yang terlalu sering terkena hujan dan tergenang air mudah menjadi rusak, karena itu waspada apabila jalanan terlalu banyak genangan, kemungkinan ada udang dibalik lobang, eh lubang dibalik genangan itu ūüėÄ
– Jalanan yang kering lalu basah, lalu kering, basah lagi dapat menyebabkan perubahan suhu pada ban motor, karena itu lebih waspada apabila rider melalu jalanan dengan tipikal seperti ini.

Kenali situasi juga, jangan terlalu memaksakan motor terlalu kencang di saat lalu lintas tersendat-sendat, karena akan berpotensi memaksa rider untuk melakukan engine break bahkan pengereman yang berlebihan yang dapat menyebabkan ban selip.

Most of all, waspada terhadap tanah yang berhamburan di jalan, atau adanya kerikil-kerikil kecil dijalanan karena dapat membuat motor rider mudah sekali kehilangan kendali.

Riding position / Posisi berkendara & Perlengkapan

Riding di saat hujan pastinya berbeda ketika di saat kering, riding di saat hujan perlu kewaspadaan yang lebih dan extra. Sering kali karena jalanan becek dan banyak genangan air, banyak rider yang naikin kedua kakinya ke sasis ataupun footstep belakang (pasti sering lihat kan), nah jangan pernah melakukan hal ini karena posisi ini menjadikan rider memiliki posisi yang tidak baik, tidak aerogonomis dan tidak waspada dan kagok apabila harus melakukan pengereman dengan rem belakang. Sering kali yang terjadi adalah ketika rider melakukan pengereman belakang yang seharusnya hanya sedikit menjadi terlalu banyak sehingga traksi ban terganggu dan ban selip.

Lebih baik menggunakan boot karena, yang biasanya merek “boot yang sebenarnya” hehehe, atau merek yang lainnya saat hujan, atau gunakan mantel sepatu yang sekarang ini sedang marak. Lebih baik jangan menggunakan sendal karena sendal itu dapat mengganggu ketika berkendara ketika rider menapakkan kaki dan sendal malah nyangkut *halah.. Apalagi riding dengan kaki telanjang *sumpah gw pernah liat, dan gw cekikan dibelakang itu rider, hehehe.

Sementara itu, jangan pernah juga menggunakan jas hujan model jubah, karena jas hujan ini bisa menutupi spion, dan juga bahkan lampu rider, ditambah lagi posisi yang menjadi tidak aerogonomis, bisa-bisa rider kehilangan kendali ketika terkena angin kencang saat riding. Lebih baik memakai jas hujan setelan.

 

Cornering

The wet track allowed the press to test the limits of the tires during wet cornering…followed by stints on the autobahn and mountain roads.

Ingat motor itu lebih stabil disaat lurus dan juga saat rpm tinggi. Jadi ketika rider mau melewati corner, tetaplah pada rpm yang tinggi dan tekan kopling dan engine break di gigi yang sama, kalau rider percaya diri bisa juga engine break dengan turun 1 gigi, tapi tetap usahakan pada rpm yang sedang/tinggi. Hal ini sebenarnya pada prakteknya sama saat riding di trek yang kering, tapi kalau rider keliru melakukan manuver dan rpm menjadi terlalu rendah, maka di trek basah tentunya ban akan menggelincir karena licin, ya walaupun tetap tergantung ke tipe ban dan compoundnya.

Ketika cornerring di saat hujan, pastikan rider punya visibilitas jalan yang cukup, rasa percaya diri yang tetap dijaga (ingat ini juga penting, karena kalau rider gak pede, biasanya malah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan).

Pengereman

Gw masih sering denger temen gw yang masih aja suka pakai rem belakang ketika riding. Ini sebenarnya masalah kebiasaan saja, jadi rider juga harus tau bagaimana bedanya si antara front break dengan rear break. Pada prakteknya, engine break + rem depan adalah yang terbaik, karena dapat menurunkan kecepatan motor dengan lebih efisien dibandingkan rem belakang sampai habis dan menyebabkan ban malah geal geol,, bukannya berhenti motornya malah goyang kaya inul…

Masih mau argue tentang how to braking? liat youtube ini:

Pengereman depan, berarti memindahkan beban kendaraan ke arah depan, yang berarti beban ban depan menjadi lebih. Di jalanan yang basah, hal ini perlu diperhatikan. Pemindahan beban kedepan tersebut harus dilakukan secara perlahan dan bertahap, karena rider juga harus melihat kondisi jalanan yang basah dan slippery. Pengereman depan yang terlalu mendadak dapat menjadikan ban depan selip, well, ban depan selip itu sangat berbahaya bro. Kembali juga kepada visibilitas rider ke arah depan dan bagaimana escape plan rider untuk pengereman dimana rider harus menghindari kendaraan yang lain, ataupun adanya lubang ditengah jalan, atau yang lain.

Kenali Ban Rider! 

Musim hujan mulai datang. Segala aspek kendaraan harus disiapkan agar tetap aman dan nyaman melintasi jalanan yang basah. Tidak hanya rem dan mesin yang harus dijaga, pemilihan ban juga harus tepat terutama pada sepeda motor, agar keselamatan anda terjamin.

Dalam keadaan hujan, karet ban yang tidak sesuai malah tidak mampu memecah genangan air, hasilnya bisa saja terjadi slip. Hal ini sering dilupakan oleh pengendara sepeda motor, Daripada membeli ban baru, mereka lebih suka untuk berjalan pelan di lintasan basah. Tentu saja juga bisa berakibat fatal terhadap jiwa anda. Berikut in adalah beberapa tips Sharing di Sini seputar ban untuk sepeda motor.

  • Pertama, perhatikan tekanan angin pada ban. Hal ini penting untuk menghindari sepeda motor oleng yang berisiko mengakibatkan kecelakaan. Usahakan untuk konsisten terhadap ukuran tekanan angin sesuai standar yang ditetapkan pabrikan. Bila tekanan terlalu banyak, titik tumpu ban hanya berada di tengah-tengah telapak ban. Sebaliknya, apabila tekanan angin ban sepeda motor anda kurang, permukaan telapak ban akan lebih banyak. Ban akan cepat aus dan berpotensi mengalami pecah ban.
  • Kedua, cobalah untuk memilih komponen ban yang lunak. Ban dengan karakter karet yang lumak memiliki daya cengkeram yang cukup kuat ketika sepeda motor anda melintasi jalanan basah dan licin. Apabila anda memilih untuk memakai ban bekas, perhatikan ukiran atau batikan di telapak ban masih dalam kondisi bagus atau tidak gundul.
  • Ketiga, coba perhatikan pola ukiran ban tersebut. Dalam kondisi hujan, cobalah untu menggunakan pola ukiran yang searah. Hal in dikarenakan pola ukiran tersebut berfungsi sebagai jalur di mana air bisa mengalir sekaligus memecah genangan air. Perhatikan juga tingkat kedalaman ukirannya. Anda bisa memperkirakannya. Apabila anda ragu cobalah untu bertanya kepada penjual.
  • Keempat, jangan menggunakan ban dengan ukuran yang lebih kecil yang dianjurkan. Lebar telapak juga sangat berpengaruh pada daya cengkeram dan pijakan ban terhadap permukaan jalanan. Ukuran yang tepat bisa membuat sepeda motor anda lebih stabil terutama saat hujan. ¬†Sumber : Otomotive News edit by¬†http://sharingdisini.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s