Pengalaman Touring Setiap Hari Kerja

He? Touring setiap hari kerja?

Yup,,,,itu yang gw lakuin saat ini, dimana gw tinggal di Cileungsi di perumahan Grand Nusa Indah dan berangkat kerja PP ke bilangan Sudirman, tepatnya di gedung Plasa Sentral, sebelahan dengan Atmajaya dan RS Jakarta. Perjalanan gw pulang pergi itu kira-kira 120 – 130 km, yang berarti 5 hari kerja menjadi 600km dan sebulan menjadi 2400km. Itupun belum termasuk kalau weekend jalan2 sama keluarga, atau touring. Wew.

Sebenarnya bukannya karena gw itu sangat amat hobi riding sejauh itu setiap harinya, tapi karena ketiadaan moda transportasi massal seperti kereta yang tidak ada jalurnya di Cileungsi, sementara kalau naik shuttle bus yang disediakan di komplek perumahan tetangga, Citra Grand itu gw harus berangkat jam 5 subuh atau paling telat jam stgh 6, otherwise gw pasti bakalan telat ke kantor gw yang jam masuknya jam 9 pagi. Karena apa? Karena akses jalan alternatif Cibubur yang semakin crowded dan juga tol yang semakin gak manusiawi, bayangin aja gw pernah bawa mobil ke kantor berangkat jam 7 tapi akhirnya sampai dikantor jam 11…

Yah, tapi itu sebenarnya resiko yang harus gw jalanin karena tinggal semakin ke pinggir atau malah diluar Jakarta yang udah sumpek kebanyakan penduduk. Sementara disepanjang perjalanan gw, jadi banyak banget (asli banyak banget bro) pengalaman lucu, blo’on, alay, bahkan pernah juga gw kecelakaan.

Riding motor Pulsar 180, yang termasuk motor batangan menjadikan gw menjadi rider yang “sabaran”, ya walaupun naik motor lainnya pun juga tetep sabar, gak seperti rider motor-motor bebek/matic lainnya yang seenak udelnya belak belok, naik trotoar, ngelewan arus dll, dan berikut ini adalah rider2 sialan bin alay yang pernah gw temuin di jalanan:

  • Yang suka nerobos lampu merah, gw yakin tu orang gak tau warna. Rider ini biasanya paling gak bisa lihat persimpangan kosong walaupun lampu masih merah, maen terobos aja padahal resiko kecelakaan sangat tinggi.
  • Yang suka berisik klakson2 pas masih lampu merah sementara gw berhenti dibelakang garis putih, rider paling parah dan gak tau peraturan
  • Yang suka belok ke lajur yang berlawanan padahal belokan/jalan yang dia tuju masih jauh didepan. Asli, ini rider yang paling amat sangat bodoh yang pernah gw liat, dan sayangnya banyak banget rider yang kaya’ gini. Padahal jelas2 itu sangat beresiko tabrakan.
  • Yang suka dengan enaknya naik ke trotoar dan bikin pejalan kaki akhirnya bingung mau lewat mana.
  • Yang gak pernah mau pake helm, karena dia sangka mukanya ganteng/cantik banget padahal itu muka bakalan kotor n berdebu banget, udah kaya’ yang paling jago aja sambil ngebut atau boncengan sampe ber 3, padahal ridernya matanya udah merem melek makan debu jalanan
  • Yang lampu depan atau/dan lampu belakang gak ada yang nyala… Kok kaya’nya susah banget ya rasanya cuman buat punya lampu motor nyala depan belakang.. 😯
  • Rider2 wanita, yang mereka itu gak tau resiko apa yang mereka hadapi dijalan, dengan santainya jalan ditengah pelan2, atau malah dipinggir pelaaaaannnn banget,, sampai bikin orang kagok ini orang mau kemana. Ditambah lagi gak pake helm sambil sms-an.. bah..
  • Rider2 dengan sticker komunitas bla bla bla, ditambah strobo dan lampu-lampu kemilau kebanyakan gaya. Serasa jalanan milik mereka sendiri, pake strobo negor gw?? Yah,, kadang gw diemin aja. Yang gw toet2 balik itu cuman karena gak sengaja aja, karena kebiasaan toet2 dengan rider lain. Masih mau berdebat soal strobo,, bah,,,,..

 

Semakin lama, semakin banyak rider2 yang seperti model ini sekarang ini. Dan semakin berbahaya dan beresiko aja riding dijalanan. Jadi sebenarnya apa yang negara SANGAT AMAT butuhkan saat ini, terutama untuk kota2 besar adalah moda transportasi massal yang nyaman dan murah. Kalau begini terus,, pasti Jakarta beneran kiamat di tahun 2014…

 

Mulai maraknya Brand yang membidik Biker Community untuk marketing strategy mereka

Akhir2 ini apakah rider sering liat gimana kiprah Brand/ Merek2 produk baik dari makanan/minuman sampai dengan oli sedang marak membidik komunitas biker sebagai salah satu wadah promosi mereka?

Strategy ini membuktikan bahwa semakin vocalnya biker dipandang para produsen sebagai target konsumen utama mereka. Dalam gairah komunitas dimana mouth to mouth advertising sangat dengan mudah terjadi, kiprah brand mereka dapat semakin berkibar. Salah satu contohnya adalah merek minuman energy yang menjadi brand leader sekarang ini yaitu Extra Joss, sejak akhir tahun lalu mereka meluncurkan salah satu varian produk terbaru mereka yaitu Extra Joss Nitros, yang membidik komunitas biker moge di iklan mereka dengan icon bro Iko Uwais.

Lalu ada lagi, oli Castrol yang juga otomatis membidik customer otomotif, melihat komunitas biker sebagai salah satu wadah mereka untuk strategic marketing. Oh ya, eventnya masih valid lho, jadi kalo rider mau ikutan daftarin komunitasnya, monggo 🙂

Marketing berbasis komunitas ini boleh jadi perwujudan the word of mouth marketing, dimana suatu brand dibicarakan mouth to mouth….hmm.. Jadi inget, sama tulisan pakar WOM yang menggemparkan lalu, Sumardy di bukunya Rest In Peace Advertising… Hmm mungkinkah ini jadi salah satu cikal bakal ramalan bro Sumardy? 🙂

*kirim peti mati lagi dech :p

Kawasaki memang sudah targetting market mid-high class. Sementara yang lain, seperti Yamaha dan Honda, sepertinya di market yg mereka target di low-mid malah menjadi perdebatan…

Meanwhile, gw kok jadi sebel juga sama Kawasaki yang bikin kejutan begini, karena kontradiksinya mungkin bisa menurunkan pamor P200NS kalau akhirnya dilaunching, ya walaupun p200NS beda segment, tapi secara performance gw rasa motor ini sebenarnya bisa masuk dan compete z250,, CMIIW

Just MotorBikes

kawasaki z250

Eaaa… Muncul sudah sosok Ninja 250 Naked. Seperti yang sdh di tulis sebelumnya, Kawasaki sangat mengutamakan biker tanah air dengan memilih negara kita tercinta ini untuk me-launching produk globalnya.

Kawasaki Z250!

Ada yang pro ada yang kontra, ada yang suka ada yang tidak, dan seperti biasa ….. rame!

:mrgreen:

Mau tau pendapat p200ns.wp mengenai Kawasaki Z250? Monggo langsung di cekidot!

View original post 144 more words