Strategi Pemasaran Suzuki untuk Inazuma 250

Hi braders,

Setelah tertarik untuk meminang Inazuma 250, Berlandio sekarang tertarik untuk mencoba menganalisa strategi Suzuki untuk memasarkan motor sport touring terbaru mereka ini agar laku dipasaran. Beberapa strategy yang mereka lakukan Berlandio liat cukup baik mulai dari:

– Tagline Inazuma 250 yaitu : “Defeat the Arrogance” – Sebuah tagline yang cocok buat motor sekelas Inazuma yang mengutamakan kenyamanan berkendara dan juga model yang kalem tapi elegant, gak perlu pakai kedok, gak perlu pake kutang, dan motor dengan torsi besar yang lebih fokus ke putaran mesin rendah-menengah,,, lagian ngapain juga ngebut-ngebut dijalan raya?  Tagline ini juga bagus buat meningkatkan awareness konsumen ke brand Suzuki Inazuma.

– Event “Born to Adventure”, touring Inazuma(s) dari Jakarta – Bali. Touring ini merupakan gebrakan baru sepertinya di dunia otomotif roda 2, karena belum ada yang mengadakan event seperti ini untuk promosi product baru mereka *CMIIW. Touring ‘Born to Adventure’ Inazuma Jakarta – Bali selama 10 hari. Menempuh rute Jakarta – Ciater – Batu Raden – Yogyakarta – Sarangan – Bromo – Bali. Event ini sepertinya memang dibuat untuk mempertegas segment dan fungsional Inazuma sebagai the real touring bike. Kalau tentang kemeriahannya, event ini keren banget, karena memang disupport banyak komunitas yang nemenin mereka diperjalanan

 

– Event “Photo Contest”, with DSLR and Non-DSLR. Lumayan juga hadiahnya buat juaranya

 

– Kerjasama Suzuki dan pabrikan knalpot terkenal Yoshimura. Productnya bisa dibeli dan tertera informasinya di website official http://www.suzuki.co.id

– Dan semoga Suzuki juga mensupport dengan baik komunitas Inazuma yang telah terbentuk yaitu “ION” (Inazuma Owner Network), komunitas yang terbentuk baru beberapa riders ini belum banyak kopdar, dan nama ION sendiri itu memang sudah ada dari komunitas Inazuma di Jepang. Pada event tumplek blek yang baru saja digelar kemarin, ION juga mencoba exist dengan hadir disana.

– Strategi pembenahan after sales dengan Training Center yang diadakan oleh pihak Suzuki untuk mendorong para mekanik dan karyawan untuk lebih mengenal motor mereka. Dan baru-baru ini, training center di Makasar baru saja dibuka secara resmi. Berikut Foto waktu Pemotongan pita oleh President Director PT Suzuki Indomobil Sales , Mr. Akira Utsumi, menandai peresmian Training Centre Suzuki di kota Makasar.

 

Ok sekilas itu dari beberapa strategi positif Suzuki untuk di pasar Indonesia, namun dimana mereka sebelumnya telah membuat bekas pengalaman yang kurang mengenakkan…

Masih jelas terbayang ‘pengkhianatan’ Suzuki terhadap Suzuki Thunder GS250. Minim publikasi, strategi marketing yang kurang fokus dan kurang percaya diri dan buru-buru meninggalkan pasar 250 CC pada tahun 2005 ketika menganggap penjualan Thunder 250 flop. Suatu blunder besar dimana Suzuki hanya bisa gigit jari ketika pasar yang menggiurkan tersebut (25000-35000unit setahun) kemudian dilahap seorang diri oleh ‘pendatang baru’ Kawasaki dengan produknya yang fenomenal Kawasaki Ninja 250. Alih-alih mengevaluasi dan memperbaiki GS250, Suzuki Indomobil malah lari meninggalkan gelanggang dan meninggalkan nama buruk. Sekarang positioningnya di benak konsumen adalah sebagai produsen motor yang harga partsnya sangat mahal. – “http://thenakedrider.wordpress.com/2013/03/13/pemasaran-setengah-hati-menebak-nasib-suzuki-inazuma-gw250/

 

Entah apa yang membuat strategi Suzuki untuk meluncurkan Inazuma 250 yang menurut sebagian riders itu sangat telat, padahal mereka sendiri sudah memasarkan Thunder 250 lebih dahulu di segment 250 cc dibandingkan K, H dan Y..

Hmm ,, tapi ada satu kelebihan Suzuki menurut riset yang Berlandio lakukan, yaitu dia selalu jadi pioneer di gebrakan teknologinya, coba kita lihat ya: *http://www.laskar-suzuki.com/2012/01/fitur-dan-tehnologi-suzuki-indonesia.html

 

1. Kunci kontak dengan penutup pelindung bermagnet.
Fitur ini di pakai pertama kali oleh SUZUKI SHOGUN 125 dan diikuti oleh H***A S*PR* 125 dan sekarang hampir setiap motor memakai fitur ini.

2. Bagasi extra luas atau yang sekarang populer dengan Helm-in.
Fitur ini pertama kali terdapat pada motor matic SUZUKI SKYWAVE 125 dan sekarang di gembar – gemborkan oleh pabrikan tetangga H***A sebagai Helm-in alias helm bisa masuk dalam bagasi.

3. Rem dobel cakram pada motor underbone (bebek).
Fitur atau peranti penghenti laju roda dobel cakram di perkenalkan pertama kali oleh SUZUKI pada motor SUZUKI SATRIA RU 120 (2tak) dan di sempurnakan pada Satria FU 150 dengan cakram depan giga disk. Dan di aplikasi pada bebek biasa pada SUZUKI SHOGUN SP 125 (2005). Dan sekarang menjadi andalan oleh pabrikan H***A yang di pasang pada S*PR* 125.

4. Lampu rem pakai LED.
Komponen ini di aplikasi pertama kali oleh SUZUKI pada SUZUKI NEW SHOGUN 125. Dan sekarang di pakai oleh pabrikan motor tetangga yang berasal dari India.

5. Speedometer pakai sensor pada bebek (tidak pakai gigi pada roda depan).
Speedometer pakai sensor dipakai pertama kali pada SUZUKI FXR dan pada bebek SHOGUN 125. Dan sampai sekarang tetap dipakai pabrikan H*N*D* sebagai andalan

6. Silinder tahan gores.
Tehnologi silinder tahan gores (SCEM) pertama kali di perkenalkan oleh SUZUKI pada motor SUZUKI SATRIA FU 150 dan generasi matic 125cc. Dan sekarang menjadi andalan pabrikan motor Y*M*H* dalam setiap iklan motornya.

Fitur dan tehnologi yang sampai sekarang belum ada yang meniru adalah panelspeedometer full LCD pada SUZUKI FXR dan tehnologi DOHC pada bebek yang di pakai SUZUKI SATRIA FU 150. Dan masih banyak lagi fitur dan tehnologi SUZUKI yang selalu terdepan dibandingkan kompetitor………..

 

Well, dari semua yang review dan data yang ada, Suzuki itu seperti Underdog yang memiliki banyak teknologi pioneer di Indonesia tapi akhirnya ditiru dan dicaplok oleh kompetitor, tapi yang seperti itulah yang Berlandio suka, karena Suzuki gak melulu mengikuti market, yang ada dia yang men-Driving market ke arah yang mereka mau. Kita liat aja nanti, apakah merek2 kompetitor akan mengikuti teknologi dari sang Inazuma, atau release product sport touring? We’ll see ya.

 

Advertisements

2 thoughts on “Strategi Pemasaran Suzuki untuk Inazuma 250”

  1. Satu lagi om, teknologi Twin Swirl Combustion Chamber (TSCC) kaya di Thunder 250 n GSX-R, 2 ruang bakar pada 1 silinder, sudah paten milik suzuki

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s