Pemerasan Di Daerah Wisata

Terdengar familiar? Atau Riders pernah mengalaminya sendiri? Ya, pemerasan di daerah wisata, atau mungkin dapat Berlandio sebut sebagai pungli/pungutan liar berkedok retribusi adalah hal yang kerap kali kita temui di daerah wisata. Mungkin saya tidak dapat menyebut semua daerah wisata terdapat pemerasan, tapi hampir semua daerah wisata populer kita diperas disana.

Pengalaman demi pengalaman yang saya dapatkan selama berlibur didaerah wisata sebenarnya bukanlah sepenuhnya kesenangan yang didapat, namun juga keprihatinan ketika mengalami pemerasan.. OK, straight to the point, pengalaman terakhir saya berwisata di pantai Kiluan tempo hari yang lalu dimana saya mendapatkan suatu kesan bahwa ternyata daerah wisata yang sulit dijangkau dikarenakan akses jalannya yang rusak, ternyata menyimpan sejuta keprihatinan dikarenakan keserakahan bermotif kemiskinan. Terdengar kasar, tapi menurut saya, rincian biaya berikut terlalu absurb untuk diterima akal sehat:

– Biaya parkir motor : 5,000
– Biaya tenda per malam : 60,000
– Biaya toilet : 2,000 per visit
– Air mineral 600ml : 10,000
– Sewa snorkling lengkap : 50,000
– Sewa jukung ke pulau kelapa : 15,000/orang PP
– Sewa jukung kapasitas 3 orang untuk melihat lumba2 ke tengah laut : 250,000

Biaya untuk tenda yang menurut saya sangat absurb karena wisatawan hanya ingin bermalam dengan menikmati cahaya bintang, dan itu dipatok harga per malam, tanpa mengenal kapasitas tenda. Jadi mau itu tenda bivak kapasitas 1 orang juga harganya sama saja. Saya sendiri tidak dapat mengerti bagaimana ceritanya harga sewa lapak tenda sebegitu mahalnya, apakah ada fasilitas yang diberikan untuk kompensasinya? Ooh tidaak. Anda hanya akan diperbolehkan membuka tenda saja, saya gak tahu apa yang terjadi apabila kita menolaknya. Lho, toh itu bukan retribusi resmi dari pemerintah atau pemilik pulau atau apapun itu yang bersifat resmi.

Contoh diatas sebenarnya hanya satu diantara sejuta perkara lainnya di daerah wisata. Harga yang tidak masuk akal, retribusi berulang kali dan harga toilet yang membuat berpikir 2 kali hanya untuk buang air kecil. Contoh lainnya saja di kawasan Gunung Salak Endah, begitu saya masuk ke gerbang utama ada retribusi sekian rupiah, kemudian ketika mau masuk ke curug Cigamea, bayar parkir lagi, lalu bayar biaya masuk lagi. Sampai didalam, harga popmie menjadi seharga ayam goreng, dan lagi-lagi didepan toilet ada preman yang siap meminta uang yang katanya “receh” kepada Anda. Maksud saya, kenapa semua embel2 itu tidak dijadikan satu dalam satu retribusi? Jadi wisatawan juga tidak perlu terus2an keluar uang?  Dan tolong, semua harga itu masuk diakal! Anda tentunya tidak mau membeli es kelapa seharga 10,000 rupiah bukan?

Ketika wisata domestik menjadi destinasi populer, hal ini kerap terjadi dan melihat hal ini hati saya menjadi miris. Bagaimana pengawasan pemerintah dalam hal ini (saya tidak perlu menjabarkan bagaimana kepedulian pemerintah terhadap daerah wisata disini), dan juga kesadaran masyarakat sekitar yang seharusnya tidak memanfaatkan daerah wisata untuk objek pemerasan! Miris sekali ketika masyarakat lokal sudah melihat wisatawan sebagai kantong uang berjalan, apapun yang mereka jual, apapun yang mereka sediakan harus dibayar mahal! Apakah logis, untuk mencapai suatu daerah wisata Anda perlu ber-offroad ria mempertaruhkan kendaraan Anda bahkan keselamatan Anda, dan sampai dilokasi, malah Anda harus mengeluarkan uang diluar akal nalar Anda?

Sebagian dari Anda mungkin menganggap pungli-pungli itu sebagai hal yang biasa, mungkin Anda punya uang lebih. Namun maaf, opini saya adalah apabila daerah wisata sudah mengkomersialisasikan segala sesuatu tanpa fasilitas yang menunjang, itu sama saja dengan bunuh diri secara perlahan.

#Think again kalau Anda ingin berlibur ke suatu daerah wisata populer di negri kita ini. Siapkan uang lebih, dan lakukan desk research terlebih dahulu sebelum Anda pergi.. sehingga Anda dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Salam adventure!

Kontes Foto AP Boot 3 Hadiahnya Lumayan Lho!

Karena Berlandio termasuk rider yang melakukan pemesanan langsung ke AP Boot untuk AP Boot 3, hehe. Ini info yang seru buat di share 😀

banner kontes 2

  1. Foto adalah foto bertemakan “AP Moto 3 dan Saya” yang menampilkan  foto pembeli AP Moto 3 via online dari Periode January 1, 2014 sampai dengan 15 Mei, 2014 dan belum pernah diikutsertakan dalam kompetisi lain atau kegiatan serupa lainnya;
  2. Foto harus foto dari peserta kontes foto dan sepatu AP Moto 3 yang dibeli via online langsung dari PT. Waru Gunung Industry/ http://www.SepatuBootSafety.com
  3. Karya foto yang diikutsertakan tidak mengandung unsur kekerasan, pelecehan, pornografi, dan tidak menyinggung SARA;
  4. Karya foto yang diikutsertakan tidak boleh melanggar hukum yang berlaku di Republik Indonesia dan tidak boleh melanggar hak kekayaan intelektual milik pihak manapun juga;
  5. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) karya foto;
  6. Setiap karya dan materi yang diikutsertakan dalam Lomba Foto “AP Moto 3”ini menjadi hak milik eksklusif dari AP Boots, dan AP Boots berhak untuk mempergunakannya sesuai dengan kepentingan promosi AP Boots, termasuk namun tidak terbatas pada iklan, materi promosi billboard, materi promosi cetak, digital, dan lain sebagainya.

Mekanisme

  1. Peserta melakukan pengambilan gambar diri sendiri + sepatu AP Moto 3 nya (disarankan dengan menggunakan kamera digital/smartphone jenis apapun). Apabila resolusi tersebut terlalu besar untuk diunggah (upload), maka Peserta dapat mengubah ukuran foto tersebut sehingga dapat diunggah (upload) namun demikian Peserta diwajibkan untuk menyimpan file foto dengan ukuran asli untuk kepentingan apabila Peserta menjadi Pemenang ;
  2. Like Fanpage AP Boots di Facebook  https://www.facebook.com/apboot ;
  3. Unggah (upload) hasil foto ke Facebook Page  https://www.facebook.com/apboot Ukuran file tidak lebih dari 500 KB.
  4. Foto yang diunggah boleh merupakan foto yang terdapat di album pribadi facebook peserta maupun dari sumber lainnya (dengan ketentuan: sepanjang segala hak kekayaan intelektual yang melekat pada foto tersebut merupakan milik peserta);

Hadiah

  1. Hadiah ke 1 berupa Rp. 5 juta (lima juta rupiah)
  2. Hadiah ke 2 berupa Rp. 3 juta (tiga juta rupiah)
  3. Hadiah ke 3 berupa Rp. 2 juta (dua juta rupiah)
  4. Hadiah ini Bebas pungutan. Hati-hati penipuan.
  5. Hadiah tidak dapat dialihkan, atau ditukar barang lain dan akan diberikan paling lambat tanggal 15 Juli, 2014.
  6. Jika karena alasan apapun pemberian hadiah tidak dapat berjalan sesuai rencana, AP Boots memiliki hak untuk memodifikasi ketentuan pemberian hadiah yang senilai dengan hadiah yang telah dijanjikan.

 

Info selengkapnya ada di http://sepatubootsafety.com/kompetisi-foto/

 

Bagaimana Membuat Jok Motor Trail / Dual Sport Menjadi Lebih Nyaman ?

Ide bagus buat dirt bike adventure,, atau supermoto supaya jok lebih luas bin nyaman plus ada bagasi mini buat container minuman

catatan seorang rider galau

Motor dual sport atau mungkin sering dikenal motor trail atau ada juga yang menyebut enduro (wah beda ini…. ya boleh lah kalo mau protes, saya sih liatnya secara umum sama) merupakan salah satu pilihan yang menarik untuk dipakai dalam adventure riding yang melibatkan track on road dan off road. Peredam kejut dengan jarak main yang panjang dan ground clearance yang tinggi, dikombinasikan dengan ukuran dan profil ban yang sesuai (http://wp.me/p4xDdm-w), membuat motor ini sangat weenaak untuk dibawa klinong-klinong di tempat yang gak jelas ada aspalnya atau tidak. Ini juga alasan kenapa Ki Keboijo merupakan motor jenis ini. Tapi apakah tidak ada kelemahannya ? Menurut saya ada dua kelemahan motor jenis ini, paling tidak yang saya temui di Keboijo, yang pertama kapasitas bahan bakar yang kecil (wah kalo bahas ini kok jadi pengen Kawasaki KLR ya…. Oh KLR, kapan bisa beli KLR ya), yang dapat diatasi dengan membawa tangki cadangan (nanti…

View original post 512 more words