Safety Riding – Kesalahan Fatal Dalam Group Riding

Gambar diatas tidak sepenuhnya benar dan dapat dijadikan acuan!

Berbekal obrolan dengan Jack Xventure dan Mario Iroth tempo hari mengenai pengalaman masing-masing saat group riding saat touring. Saya jadi teringat pengalaman diri sendiri dan bahkan kesalahan yang kami obrolin itu pun saya perbuat karena ketidaktahuan saya. Jadi hal ini Berlandio rasa perlu sekali untuk dikulik dan di share untuk semua riders yang sering group riding.

Group riding. Sering sekali dianggap bahwa ketika riding, satu rombongan/group itu harus tetap pada formasinya, bahkan kalau bisa tidak boleh putus! Pernah saya lihat dengan mata kepala sendiri, group riding dengan beiringan 40 motor! Jarak satu motor dengan yang lainnya terlalu dekat. Ditambah lagi dengan SOP yang tidak tertulis, yaitu hand code, foot code bahkan sirine dan strobo.. Dan mereka bilang, “Itu cara kita riding bro kalau touring!”.

Sekarang, saya akan coba memberi sedikit masukan, 2 masalah utama yang sering kita lihat di group riding adalah jarak yag sangat dekat antara masing-masing motor dalam group, dan visual scanning yang tidak baik.  Hasilnya, kita sering lihat pada kecelakaan yang menyebabkan motor satu dan lainnya bertabrakan ketika group riding. OK, jadi ini beberapa ada masukan dari saya:

  • Pertama, rubah Mind Set Anda! Touring bukanlah perjalanan dengan motor untuk menuju satu destinasi secepat-cepatnya sehingga ada mind set arogan bahwa group ride harus di prioritaskan, kalau perlu truk disuruh minggir ke gravel karena ada rombongan mau lewat. Touring terbagi atas 2 kata: Tour & Riding, berarti menikmati perjalanan Anda dengan riding diatas motor.Motorcycle Training
  • Beri jarak antara motor!  Beri jarak 1,5 sampai 2 detik antara motor atau dengan kata lain, beri jarak seukuran satu motor antara masing-masing peserta riding. Dan jaga jarak tersebut dengan tidak mengekor benar-benar dibelakang motor yang di depan Anda, atau kita kenal dengan formasi zig zag.
  • Group tidak selamanya HARUS dalam satu rombongan! Kalau ada mobil/truk/bus yang memisahkan rombongan, tidak perlu harus cepat-cepat menyalip apalagi di klakson bahkan di toet2 dengan strobo yang haram jaddah sehingga rombongan menjadi satu kembali dengan cepat. Percayalah, Anda tidak akan nyasar dan kehilangan rombongan kalau RC rombongan selalu menunggu di persimpangan jalan apabila rombongan terputus!
  • Hindari hanya melihat motor didepan Anda saja! Sekali lagi, apabila Anda hanya melihat motor didepan Anda karena mengekor tepat dibelakangnya, jarak pandang dan fokus pandangan Anda menjadi sempit. Sebaiknya Anda tetap fokus sampai jarak terjauh sehingga Anda dapat mengantisipasi segala kemungkinan.
  • Maksimal hanya 4-8 motor! Riding dengan 40 motor dalam satu rombongan mungkin kelihatan keren buat di foto dan masuk majalah, tapi berhubung Anda touring untuk jalan-jalan, buatlah hanya maksimal 4-8 motor saja dalam rombongan dengan RC pada tiap-tiap group. Ingat, 40 motor dalam rombongan malah akan menjadikan pengguna jalan lainnya terganggu.
  • Foot Code adalah satu kesalahan yang dapat berakibat fatal! Foot code ya bukan food code, haha. Percayalah sebenarnya saya punya pengalaman buruk tentang foot code ini.. Kode kaki biasanya dilakukan pada group riding untuk memberikan anggota group adanya halangan, jalanan berlubang, warning. Tapi perlu di waspadai, ketika menurunkan kaki untuk kode tersebut, sebenarnya Anda kehilangan kontrol penuh pada motor Anda dan kehilangan keseimbangan ketika Anda harus bermanuver. Ketika misalnya Anda menurunkan kaki kanan, maka Anda tidak akan bisa dengan reflek mengerem belakang saat diperlukan. Bahkan, ada juga yang memberikan foot code untuk meminta jalan, yang bagi sebagian orang justru malah mengganggu. Ketika rombongan tidak terlalu rapat dan jarak pandang cukup, sebenarnya foot code tidak diperlukan. Hand code lebih aman untuk memberikan kode, itu pun menggunakan tangan kiri.  Tapi jangan salah, foot code juga bisa dipergunakan hanya pada kasus tertentu, misalnya ketika jalan gelap dan terdapat lubang dijalan yang dapat menyebabkan kecelakaan.

Semoga dapat menambah wawasan dan silahkan mengomentari untuk semua pendapat dan kritik.

Advertisements

18 thoughts on “Safety Riding – Kesalahan Fatal Dalam Group Riding”

  1. mantab bro . . .
    Umumnya rombongan touring itu pada ngebut
    yang depan ngebut karena pengin menunjukkan, “nih gw emang layak jadi RC”

    Yang belakang ngebut karena takut ketinggalan, dan takut dibilang ngrepotin.

    Like

    1. RC mengatur nada dari riding, yang penting rombongan masih dalam jarak yang bisa dilihat ketika di persimpangan jalan. Yang paling belakang gak perlu takut ketinggalan seharusnya karena yg paling belakang justru tau jalan.. 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s