Ketika Akuisisi Berbuah Resiko di “PHK”

Tanpa terasa, ternyata sudah lebih dari setahun sejak saya meninggalkan dunia research dan beralih karir ke dunia travel & tourism. Disinilah saya belajar banyak bagaimana business development works in travel & tourism industry, dan sebagai the only person di Indonesia yang menghandle partnership matters dengan banyak perusahaan.

Many would be envy, karena saya bisa bekerja remotely di rumah a.k.a home based office. But trust me, this isn’t easy as it looks, karena saya harus menjaga mood, focus dan juga “kebosanan” yang terkadang melanda haha. Belum lagi ide yang saya harus bisa cetuskan sendiri tanpa bisa tatap muka dengan rekan kerja seperti halnya di kantor, well, walaupun ada teknologi yang namanya telp, internet, dll, tapi tetap saja seperti ada yang hilang. Juga kadang-kadang saat sedang free, saya malah menghabiskan waktu untuk bercengkrama dengan anak-anak dan istri, atau malah narik selimut lagi *tak patuuut. haha. Sekarang tau kan kenapa saya bisa punya waktu banyak untuk motor-motoran juga? 😀

Managing the time and work itu yang penting, dimana memang terkadang saya bisa hectic dan kadang bisa free dan di waktu itulah saya membayar waktu yang telah habis bertahun-tahun lamanya di karir saya yang lalu kepada keluarga. Sekarang, tak ada lagi kata lembur, tak ada lagi kata tidak ada waktu untuk keluarga. *senangnya

Yup.. Saat dimana saya juga sudah berpikir tentang mencari side income, tiba-tiba tercuatlah berita bahwa perusahaan ini akan di akuisisi 100% oleh perusahaan yang lebih besar.. Fiuhh.. kok sama ya ceritanya seperti di perusahaan sebelum saya bekerja di industry ini.. Tapi ceritanya waktu itu  saya lebih cepat mencari pekerjaan lainnya karena merasa saya insecure dan akhirnya… gak dapet pesangon/bonus atas loyalitas untuk tetap bersama perusahaan sampai pada akhirnya final acquisition. But this time, saya akan menunggu sampai waktu itu tiba, sambil mencari side job yang bisa juga saya lakukan freelance.

BTW, biar gak garing ini link berita tentang apa sih perusahaan tempat saya bekerja itu: click here

Galau yang pasti tetap ada, karena saya juga bingung apakah nantinya saya tetap diteruskan atau tidak, karena sudah banyaknya team di department lainnya di Indonesia yang berkantor di Bali, sudah “pasti” tidak diteruskan employment nya.. Walaupun saya termasuk “transition” employee, dimana masih adanya chance untuk tetap diteruskan, namun kebijakan sang “Owner” baru itu sangat tidak dapat diprediksi tentunya.

Jadi.. mohon maaf karena kesibukan dan kegalauan untuk mencari “ban cadangan” untuk Plan B alias kalau saya di PHK inilah yang membuat juga sekarang sedikit waktu yang bisa saya sisihkan apalagi buat nulis di blog ini.. yah, ada hutang juga tentang report perjalanan saya ke Bali dan juga beberapa review yang sedang saya buat…

Ada yang pernah/ sedang ngalamin hal serupa dengan saya?

 

 

 

Stay tune yow.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s