Category Archives: Research Articles

Blunder Parah Facebook – Harus Pakai Nama Asli

image

Yo riders, siapa yang gak kenal Facebook, sosial media paling tenar saat ini? Tapi siapa juga yang akhir-akhir ini terkena imbas kebijakan baru FB dimana ID Profile harus sesuai dengan nama yang tertera di kartu identitas (ktp, kartu kredit, atau surat resmi lainnya yang menunjukkan nama asli kita).

Blunder? Jelas!! Buat saya ini merupakan hal yang paling konyol, absurb, sekaligus pembodohan! Di dunia maya orang bebas mengekspresikan dirinya, termasuk nama yang digunakannya di dunia maya, itulah kenapa FB bisa setenar sekarang. Belum lagi para user di seluruh dunia  yang memakai FB  dengan nickname sebagai media berdagang, beriklan, promosi dll?? Dan ini jawab juru bicara FB mengenai hal ini:

“Kami percaya secara fundamental ini mengarah ke akuntabilitas yang lebih besar dan lingkungan yang lebih aman dan lebih terpercaya bagi orang-orang yang menggunakan layanan facebook. Sudut pandang ini telah dikembangkan oleh para peneliti internal kami dan juga setelah berkonsultasi dengan sejumlah pakar keamanan dan perlindungan anak,” ujar juru bicara Facebook. http://www.infoteknologi.com/berita/kebijakan-nama-asli-facebook-dipertanyakan-blogger-china/

Menurut saya si alasan diatas sangat ga masuk akal, bagaimana ceritanya setelah sekian lama saya pakai FB sejak 2007, FB tiba-tiba memaksa saya login ulang (session expired) dan begitu saya masukkan email dan password, muncul layar “Confirm Your Identity”, nama FB saya “Berlandio Xventure” harus di verifikasi kebenarannya dengan mengupload foto id card, what so ever, untuk dapat menggunakannya lagi..tapi karena tentunya saya tidak bisa verifikasi saya pilih “Update Name”, menjadi “Berlandio Prime” dan bisa lanjut tanpa harus upload id card…. Konyol gak tu? Hal serupa terjadi ke banyak kawan-kawan adventurer yang pakai nick name di FB, banyak yang akhirnya pakai nama asli mereka, tapi banyak juga yang mengganti nama belakangnya saja tapi tetap ada identitas nick name mereka. Newsfeed pun berhamburan nama-nama baru yang saya gak bisa kenal sebelum melihat foto profilenya >>> another hole for imposters!!

image

Dengan id baru Berlandio Prime, saya lanjut surfing riang gembira di FB, sampai 3 hari kemudian saya diminta harus mengupload id card yang dapat membuktikan nama tersebut adalah asli..(lihat pic diatas) Sungguh konyol?! Kenapa kemarin diberikan opsi update name kalau ujung-ujungnya harus tetap upload id card???

Facebook bagi kebanyakan orang sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka dan sepertinya BLUNDER yang dilakukan mereka ini sangat merugikan banyak orang, terutama para Nick Names yang sudah dikenal banyak orang. Mungkin sudah saatnya pindah sosmed??!!

Yang pasti Facebook, you’re screwed!!!

Safety Riding – Kesalahan Fatal Dalam Group Riding

Gambar diatas tidak sepenuhnya benar dan dapat dijadikan acuan!

Berbekal obrolan dengan Jack Xventure dan Mario Iroth tempo hari mengenai pengalaman masing-masing saat group riding saat touring. Saya jadi teringat pengalaman diri sendiri dan bahkan kesalahan yang kami obrolin itu pun saya perbuat karena ketidaktahuan saya. Jadi hal ini Berlandio rasa perlu sekali untuk dikulik dan di share untuk semua riders yang sering group riding.

Group riding. Sering sekali dianggap bahwa ketika riding, satu rombongan/group itu harus tetap pada formasinya, bahkan kalau bisa tidak boleh putus! Pernah saya lihat dengan mata kepala sendiri, group riding dengan beiringan 40 motor! Jarak satu motor dengan yang lainnya terlalu dekat. Ditambah lagi dengan SOP yang tidak tertulis, yaitu hand code, foot code bahkan sirine dan strobo.. Dan mereka bilang, “Itu cara kita riding bro kalau touring!”.

Sekarang, saya akan coba memberi sedikit masukan, 2 masalah utama yang sering kita lihat di group riding adalah jarak yag sangat dekat antara masing-masing motor dalam group, dan visual scanning yang tidak baik.  Hasilnya, kita sering lihat pada kecelakaan yang menyebabkan motor satu dan lainnya bertabrakan ketika group riding. OK, jadi ini beberapa ada masukan dari saya:

  • Pertama, rubah Mind Set Anda! Touring bukanlah perjalanan dengan motor untuk menuju satu destinasi secepat-cepatnya sehingga ada mind set arogan bahwa group ride harus di prioritaskan, kalau perlu truk disuruh minggir ke gravel karena ada rombongan mau lewat. Touring terbagi atas 2 kata: Tour & Riding, berarti menikmati perjalanan Anda dengan riding diatas motor.Motorcycle Training
  • Beri jarak antara motor!  Beri jarak 1,5 sampai 2 detik antara motor atau dengan kata lain, beri jarak seukuran satu motor antara masing-masing peserta riding. Dan jaga jarak tersebut dengan tidak mengekor benar-benar dibelakang motor yang di depan Anda, atau kita kenal dengan formasi zig zag.
  • Group tidak selamanya HARUS dalam satu rombongan! Kalau ada mobil/truk/bus yang memisahkan rombongan, tidak perlu harus cepat-cepat menyalip apalagi di klakson bahkan di toet2 dengan strobo yang haram jaddah sehingga rombongan menjadi satu kembali dengan cepat. Percayalah, Anda tidak akan nyasar dan kehilangan rombongan kalau RC rombongan selalu menunggu di persimpangan jalan apabila rombongan terputus!
  • Hindari hanya melihat motor didepan Anda saja! Sekali lagi, apabila Anda hanya melihat motor didepan Anda karena mengekor tepat dibelakangnya, jarak pandang dan fokus pandangan Anda menjadi sempit. Sebaiknya Anda tetap fokus sampai jarak terjauh sehingga Anda dapat mengantisipasi segala kemungkinan.
  • Maksimal hanya 4-8 motor! Riding dengan 40 motor dalam satu rombongan mungkin kelihatan keren buat di foto dan masuk majalah, tapi berhubung Anda touring untuk jalan-jalan, buatlah hanya maksimal 4-8 motor saja dalam rombongan dengan RC pada tiap-tiap group. Ingat, 40 motor dalam rombongan malah akan menjadikan pengguna jalan lainnya terganggu.
  • Foot Code adalah satu kesalahan yang dapat berakibat fatal! Foot code ya bukan food code, haha. Percayalah sebenarnya saya punya pengalaman buruk tentang foot code ini.. Kode kaki biasanya dilakukan pada group riding untuk memberikan anggota group adanya halangan, jalanan berlubang, warning. Tapi perlu di waspadai, ketika menurunkan kaki untuk kode tersebut, sebenarnya Anda kehilangan kontrol penuh pada motor Anda dan kehilangan keseimbangan ketika Anda harus bermanuver. Ketika misalnya Anda menurunkan kaki kanan, maka Anda tidak akan bisa dengan reflek mengerem belakang saat diperlukan. Bahkan, ada juga yang memberikan foot code untuk meminta jalan, yang bagi sebagian orang justru malah mengganggu. Ketika rombongan tidak terlalu rapat dan jarak pandang cukup, sebenarnya foot code tidak diperlukan. Hand code lebih aman untuk memberikan kode, itu pun menggunakan tangan kiri.  Tapi jangan salah, foot code juga bisa dipergunakan hanya pada kasus tertentu, misalnya ketika jalan gelap dan terdapat lubang dijalan yang dapat menyebabkan kecelakaan.

Semoga dapat menambah wawasan dan silahkan mengomentari untuk semua pendapat dan kritik.

Strategi Pemasaran Suzuki untuk Inazuma 250

Hi braders,

Setelah tertarik untuk meminang Inazuma 250, Berlandio sekarang tertarik untuk mencoba menganalisa strategi Suzuki untuk memasarkan motor sport touring terbaru mereka ini agar laku dipasaran. Beberapa strategy yang mereka lakukan Berlandio liat cukup baik mulai dari:

– Tagline Inazuma 250 yaitu : “Defeat the Arrogance” – Sebuah tagline yang cocok buat motor sekelas Inazuma yang mengutamakan kenyamanan berkendara dan juga model yang kalem tapi elegant, gak perlu pakai kedok, gak perlu pake kutang, dan motor dengan torsi besar yang lebih fokus ke putaran mesin rendah-menengah,,, lagian ngapain juga ngebut-ngebut dijalan raya?  Tagline ini juga bagus buat meningkatkan awareness konsumen ke brand Suzuki Inazuma.

– Event “Born to Adventure”, touring Inazuma(s) dari Jakarta – Bali. Touring ini merupakan gebrakan baru sepertinya di dunia otomotif roda 2, karena belum ada yang mengadakan event seperti ini untuk promosi product baru mereka *CMIIW. Touring ‘Born to Adventure’ Inazuma Jakarta – Bali selama 10 hari. Menempuh rute Jakarta – Ciater – Batu Raden – Yogyakarta – Sarangan – Bromo – Bali. Event ini sepertinya memang dibuat untuk mempertegas segment dan fungsional Inazuma sebagai the real touring bike. Kalau tentang kemeriahannya, event ini keren banget, karena memang disupport banyak komunitas yang nemenin mereka diperjalanan

 

– Event “Photo Contest”, with DSLR and Non-DSLR. Lumayan juga hadiahnya buat juaranya

 

– Kerjasama Suzuki dan pabrikan knalpot terkenal Yoshimura. Productnya bisa dibeli dan tertera informasinya di website official http://www.suzuki.co.id

– Dan semoga Suzuki juga mensupport dengan baik komunitas Inazuma yang telah terbentuk yaitu “ION” (Inazuma Owner Network), komunitas yang terbentuk baru beberapa riders ini belum banyak kopdar, dan nama ION sendiri itu memang sudah ada dari komunitas Inazuma di Jepang. Pada event tumplek blek yang baru saja digelar kemarin, ION juga mencoba exist dengan hadir disana.

– Strategi pembenahan after sales dengan Training Center yang diadakan oleh pihak Suzuki untuk mendorong para mekanik dan karyawan untuk lebih mengenal motor mereka. Dan baru-baru ini, training center di Makasar baru saja dibuka secara resmi. Berikut Foto waktu Pemotongan pita oleh President Director PT Suzuki Indomobil Sales , Mr. Akira Utsumi, menandai peresmian Training Centre Suzuki di kota Makasar.

 

Ok sekilas itu dari beberapa strategi positif Suzuki untuk di pasar Indonesia, namun dimana mereka sebelumnya telah membuat bekas pengalaman yang kurang mengenakkan…

Masih jelas terbayang ‘pengkhianatan’ Suzuki terhadap Suzuki Thunder GS250. Minim publikasi, strategi marketing yang kurang fokus dan kurang percaya diri dan buru-buru meninggalkan pasar 250 CC pada tahun 2005 ketika menganggap penjualan Thunder 250 flop. Suatu blunder besar dimana Suzuki hanya bisa gigit jari ketika pasar yang menggiurkan tersebut (25000-35000unit setahun) kemudian dilahap seorang diri oleh ‘pendatang baru’ Kawasaki dengan produknya yang fenomenal Kawasaki Ninja 250. Alih-alih mengevaluasi dan memperbaiki GS250, Suzuki Indomobil malah lari meninggalkan gelanggang dan meninggalkan nama buruk. Sekarang positioningnya di benak konsumen adalah sebagai produsen motor yang harga partsnya sangat mahal. – “http://thenakedrider.wordpress.com/2013/03/13/pemasaran-setengah-hati-menebak-nasib-suzuki-inazuma-gw250/

 

Entah apa yang membuat strategi Suzuki untuk meluncurkan Inazuma 250 yang menurut sebagian riders itu sangat telat, padahal mereka sendiri sudah memasarkan Thunder 250 lebih dahulu di segment 250 cc dibandingkan K, H dan Y..

Hmm ,, tapi ada satu kelebihan Suzuki menurut riset yang Berlandio lakukan, yaitu dia selalu jadi pioneer di gebrakan teknologinya, coba kita lihat ya: *http://www.laskar-suzuki.com/2012/01/fitur-dan-tehnologi-suzuki-indonesia.html

 

1. Kunci kontak dengan penutup pelindung bermagnet.
Fitur ini di pakai pertama kali oleh SUZUKI SHOGUN 125 dan diikuti oleh H***A S*PR* 125 dan sekarang hampir setiap motor memakai fitur ini.

2. Bagasi extra luas atau yang sekarang populer dengan Helm-in.
Fitur ini pertama kali terdapat pada motor matic SUZUKI SKYWAVE 125 dan sekarang di gembar – gemborkan oleh pabrikan tetangga H***A sebagai Helm-in alias helm bisa masuk dalam bagasi.

3. Rem dobel cakram pada motor underbone (bebek).
Fitur atau peranti penghenti laju roda dobel cakram di perkenalkan pertama kali oleh SUZUKI pada motor SUZUKI SATRIA RU 120 (2tak) dan di sempurnakan pada Satria FU 150 dengan cakram depan giga disk. Dan di aplikasi pada bebek biasa pada SUZUKI SHOGUN SP 125 (2005). Dan sekarang menjadi andalan oleh pabrikan H***A yang di pasang pada S*PR* 125.

4. Lampu rem pakai LED.
Komponen ini di aplikasi pertama kali oleh SUZUKI pada SUZUKI NEW SHOGUN 125. Dan sekarang di pakai oleh pabrikan motor tetangga yang berasal dari India.

5. Speedometer pakai sensor pada bebek (tidak pakai gigi pada roda depan).
Speedometer pakai sensor dipakai pertama kali pada SUZUKI FXR dan pada bebek SHOGUN 125. Dan sampai sekarang tetap dipakai pabrikan H*N*D* sebagai andalan

6. Silinder tahan gores.
Tehnologi silinder tahan gores (SCEM) pertama kali di perkenalkan oleh SUZUKI pada motor SUZUKI SATRIA FU 150 dan generasi matic 125cc. Dan sekarang menjadi andalan pabrikan motor Y*M*H* dalam setiap iklan motornya.

Fitur dan tehnologi yang sampai sekarang belum ada yang meniru adalah panelspeedometer full LCD pada SUZUKI FXR dan tehnologi DOHC pada bebek yang di pakai SUZUKI SATRIA FU 150. Dan masih banyak lagi fitur dan tehnologi SUZUKI yang selalu terdepan dibandingkan kompetitor………..

 

Well, dari semua yang review dan data yang ada, Suzuki itu seperti Underdog yang memiliki banyak teknologi pioneer di Indonesia tapi akhirnya ditiru dan dicaplok oleh kompetitor, tapi yang seperti itulah yang Berlandio suka, karena Suzuki gak melulu mengikuti market, yang ada dia yang men-Driving market ke arah yang mereka mau. Kita liat aja nanti, apakah merek2 kompetitor akan mengikuti teknologi dari sang Inazuma, atau release product sport touring? We’ll see ya.